Bahan-Bahan Interior Hunian yang Aman Digunakan

Hunian yang ideal tak hanya sekedar menimbulkan rasa nyaman.  Fungsi utama tempat tinggal adalah untuk melindungi diri dari gangguan cuaca dan ancaman lainnya.  Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi.  Kita juga harus memperhatikan kualitas elemen interior, tak hanya dari segi estetika tetapi juga fungsi memberikan rasa aman.

Seringkali kita tidak sadar bahwa ancaman kesehatan bisa hadir dari berbagai bahan yang ada di sekitar kita.  Seperti halnya hiasan dan aksesori yang dijual di toko wallpaper.  Pengetahuan mengenai jenis-jenis material harus kita pahami agar keamanan keluarga tetap terjaga.

Material Lantai

Lantai adalah material yang paling sering bersentuhan langsung dengan penghuni rumah.  Apalagi bagi anak-anak yang senang bermain di atas lantai.  Berikut ini berbagai jenis lantai dan tingkat keamanannya:

Material Lantai

1. Lantai Kayu

Selain terkesan estetis, lantai kayu menampilkan kesan hangat di dalam interior rumah.  Material kayu jelas aman bagi kesehatan sebab berasal dari kayu pepohonan. Sayangnya harga lantai kayu cukup mahal dan penggunaannya menyebabkan kita cenderung berkontribusi terhadap pengerusakan hutan.

2. Lantai Plywood (Parket)

Lanta parket juga berasal dari material kayu, namun bukan kayu utuh.  Kayu yang digunakan adalah kayu lapis sisa yang direkatkan dengan perekat sintetis. Bahan perekat lantai ini mengandung bahan kimia yaitu fenol dan urea formaldehida yang tidak baik untuk tubuh.  Lebih baik kita gunakan jenis lantai yang lain jika tetap ingin menciptakan nuansa kayu.

3. Lantai Keramik

Lantai Keramik

Keramik terbuat dari bahan alami yaitu tanah liat yang dibakar.  Lantai keramik jauh lebih sehat dibanding lantai parket.  Lantai ini juga lebih mudah dibersihkan dan tidak membutuhkan perawatan khusus.  Berbeda dengan lantai kayu dan parket, lantai keramik bersifat kedap air sehingga tidak rentan terhadap serangan jamur dan rayap.

4. Lantai Batu Alami

Lantai batu alami paling baik digunakan sebab murni berasal dari alam, mampu menyerap air, mengurangi kelembaban udara, dan tidak mengandung zat pencemar. Permukaannya yang dingin menyebabkan lantai ini paling cocok digunakan di daerah tropis. Sayangnya jenis lantai ini sangat mahal karena menggunakan bebatuan yang harus ditambang seperti marmer, batu candi, teracota, granit, dan batu kali.

5. Penutup Lantai

Kerap kita temukan penggunaan karpet untuk menutupi lantai.  Karpet yang ideal digunakan terbuat dari serat alam seperti rumput, hessian, dan wol.  Ada juga karpet berbahan PVC (polivynilklorida) seperti nilon dan poliester sebaiknya tidak digunakan karena dapat bersifat toksik.  Dibanding karpet berbahan plastik, jauh lebih aman jika kita menggunakan tikar yang terbuat dari serat bambu. Tikar bambu tak hanya digunakan sebagai penutup lantai, tetapi juga bisa difungsikan sebagai selimut.

wallpaper dinding

Material Dinding

Material dinding juga berpotensi membawa bahan-bahan berbahaya. Wallpaper dinding misalnya.  Tidak semua jenis wallpaper yang dijual di toko wallpaper aman untuk kita gunakan. Terutama wallpaper berbahan dasar minyak yang mengandung bahan berbahaya seperti timah, VOC (Volatile Organic Compounds), dan phthalate.

Kita harus pandai memilah wallpaper yang aman.  Banyak juga toko wallpaper dinding yang menjual water based wallpaper. Jenis wallpaper tersebut cukup aman digunakan. Pastikan wallpaper yang kita beli mengandung label tersebut.

Material lain yang mempengaruhi kesehatan adalah cat dinding. Sama seperti halnya wallpaper, cat dinding ada yang mengandung bahan berbahaya seperti VOC dan PVC.  Kedua zat ini bersifat toksik bagi sistem pernapasan, darah, dan syaraf kita. Pastikan cat dinding yang kita pakai berlabel water based paint karena lebih aman untuk kesehatan. Pilihlah warna yang sesuai dengan tema desain interior.  Rekomendasi warna cat yang cocok dengan tema biasanya diberikan oleh toko wallpaper saat kita ingin berbelanja wallpaper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *